Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Nov 2025 04:46 WIB ·

Kuasa Hukum Pertanyakan Transparansi Polres Malang dalam Laporan Dugaan Penipuan


 Kuasa Hukum Pertanyakan Transparansi Polres Malang dalam Laporan Dugaan Penipuan Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG —
Kuasa hukum pelapor dalam perkara dugaan tindak pidana penipuan, Herlin Rahmawati, meminta pihak Satreskrim Polres Malang untuk memberikan penjelasan resmi terkait perkembangan laporan kliennya berinisial M, warga Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Permintaan itu disampaikan pada Senin (2/11/2025).

Menurut Herlin, laporan tersebut telah dibuat sejak akhir Agustus 2025. Pelapor juga telah menjalani pemeriksaan pada awal September dalam kapasitasnya sebagai pelapor. Namun hingga awal November, pihaknya belum menerima informasi tertulis mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut.

“Kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan di Polres Malang. Namun kami juga berharap adanya transparansi sesuai ketentuan hukum, karena pelapor memiliki hak untuk mengetahui perkembangan laporannya,” ujar Herlin kepada wartawan.

Baca Juga :  Dugaan Jual Beli Lahan Parkir Karnaval Desa Baduarjo Jadi Sorotan, Kades dan Camat Belum Beri Tanggapan

Herlin menjelaskan, hak pelapor untuk mendapatkan informasi perkembangan perkara dijamin dalam Pasal 11 Peraturan Kapolri Nomor 6 Tahun 2019 tentang Penyidikan Tindak Pidana. Dalam aturan itu disebutkan, penyidik wajib memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) secara berkala setiap 30 hari atau setiap kali terdapat perkembangan penting.

Selain itu, lanjutnya, Pasal 108 KUHAP juga menegaskan bahwa pelapor berhak mengetahui tindak lanjut dari laporan yang telah disampaikan kepada penyidik.

“Kami percaya penyidik Polres Malang bekerja secara profesional dan proporsional. Permintaan kami murni sebagai bentuk komunikasi hukum agar klien kami memperoleh kepastian atas proses yang sedang berjalan,” tegasnya.

Baca Juga :  Diduga Dihadang 12 Debt Collector, Korban Mengaku Diintimidasi dan Diminta Rp15 Juta, Laporan Masuk Polresta Malang Kota

Herlin menambahkan, pihaknya tidak bermaksud menekan aparat penegak hukum, melainkan ingin memastikan agar proses hukum berjalan sesuai prinsip akuntabilitas dan keterbukaan informasi, sebagaimana semangat Program Presisi Polri.

“Kami menghargai kerja keras penyidik, tapi kami juga ingin memastikan hak-hak hukum klien kami terlindungi,” ujarnya menegaskan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Satreskrim Polres Malang belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan tersebut. Tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasat Reskrim Polres Malang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai perkembangan kasus ini. (Fr)

Artikel ini telah dibaca 80 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MAN 1 Ponorogo Raih Peringkat 3 Kontingen Terbaik Pratama Kejuaraan PMR WIRA Jatim 2026

27 Juli 2026 - 06:48 WIB

Gabungan Jurnalis dan NGO Berbagai Daerah Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota Malang, Protes Istilah “Londo Ireng”

27 Juli 2026 - 04:50 WIB

Poros Tengah Gelar Festival Kesenian dan Tradisi Rakyat, Uri Uri Budoyo untuk Membangun Generasi Emas Tanpa Narkoba

27 Juli 2026 - 03:59 WIB

Diduga Dihadang 12 Debt Collector, Korban Mengaku Diintimidasi dan Diminta Rp15 Juta, Laporan Masuk Polresta Malang Kota

26 Juli 2026 - 19:21 WIB

DPMD Bilang Selesai, Kades-Camat Bungkam: Misteri Uang Parkir Sound Horeg Sumberpetung Dipertanyakan”

26 Juli 2026 - 06:30 WIB

Warga Alastlogo Tagih Janji Bupati Pasuruan Saat Kampanye

25 Juli 2026 - 05:12 WIB

Trending di Berita Utama