METROPAGI.ID, JAWA TIMUR — Minggu 24 Mei 2026. Gelombang dukungan publik menguat terhadap langkah tegas yang dilakukan Polda Jawa Timur melalui tim Jatanras dalam menindak pelaku kejahatan jalanan, khususnya begal dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang semakin brutal dan meresahkan.
Aksi para pelaku dinilai telah melampaui batas. Dalam sejumlah kasus, korban tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga mengalami luka berat, cacat permanen, bahkan meregang nyawa akibat kekerasan yang dilakukan secara sadis.
Kondisi ini memicu kekhawatiran luas di tengah masyarakat Jawa Timur. Rasa aman di ruang publik dinilai kian tergerus, seiring meningkatnya aksi kejahatan jalanan yang terjadi secara nekat dan tanpa rasa takut.
Penindakan tegas yang dilakukan aparat pun dinilai sebagai langkah yang tidak bisa ditawar. Publik menilai negara harus hadir dan tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan yang mengancam keselamatan warga.
“Ini bukan lagi kejahatan biasa. Ketegasan aparat adalah bentuk perlindungan nyata bagi masyarakat. Pelaku kejahatan jalanan harus ditindak tanpa kompromi,” tegas salah satu perwakilan masyarakat.
Selain mendukung aparat, masyarakat juga didorong untuk meningkatkan kewaspadaan serta aktif melaporkan setiap potensi tindak kriminal di lingkungannya. Kolaborasi antara warga dan aparat penegak hukum menjadi kunci untuk menekan angka kejahatan.
Dengan langkah tegas yang terus dilakukan, diharapkan ruang gerak pelaku kejahatan semakin sempit dan situasi keamanan di Jawa Timur dapat kembali kondusif.
(fr)








