Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 5 Jul 2026 17:55 WIB ·

Dua Hari Acara Sound Horeg di Kec. Tutur Ricuh, Seorang Ibu Hamil Dikabarkan Ikut Terluka


 Dua Hari Acara Sound Horeg di Kec. Tutur Ricuh, Seorang Ibu Hamil Dikabarkan Ikut Terluka Perbesar

METROPAGI.OD, PASURUAN, – Pawai karnaval dibarengi dengan sound horeg kembali menjamur di sejumlah wilayah Pasuruan, dengan dalih memperingati HUT RI atau agenda budaya. Namun, di balik kemeriahan tersebut, tersimpan dampak negatif yang meresahkan masyarakat, Minggu (5/7/2026).

Deretan sound system raksasa yang menguasai jalan umum sering kali mengabaikan hak pengguna jalan. Dengan alasan klasik “setahun sekali”, akses publik dipaksa ditutup, sehingga aktivitas warga terganggu demi sebuah hiburan.

Yang lebih mengkhawatirkan, kericuhan seolah menjadi “langganan” dalam kegiatan ini. Tawuran, cekcok, hingga perusakan terus berulang, sehingga dikhawatirkan akan menjadi citra buruk bagi kegiatan karnaval di Pasuruan.

Dalam dua hari terakhir, kericuhan terjadi di dua lokasi berbeda:
1. Desa Gajahrejo, Kecamatan Purwodadi
2. Desa Tutur, Kecamatan Tutur.

Baca Juga :  Bimtek DPMPTSP Kab. Pasuruan Pilih di Hotel, Padahal Fasilitas Pemerintah Ada, Apakah Ini Bukan Pemborosan Anggaran?

Video insiden di Desa Tutur bahkan telah beredar luas di media sosial. Menurut informasi, keributan dipicu oleh penutupan akses jalan yang memicu adu mulut hingga berujung pada bentrokan fisik.

Sementara, Kapolsek Nongkojajar, AKP Budi Luhur, menyatakan bahwa insiden di wilayahnya dipicu oleh kesalahpahaman.

“Jalan sudah ditutup, namun warga luar tetap memaksa masuk,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Kasus di Desa Gajahrejo menyoroti masalah pengawasan. Meski Kepala Desa Kasiono mengklaim acara berakhir pukul 00.00 WIB, warga menyebut kegiatan berlangsung hingga menjelang subuh.

Saksi di lokasi menuturkan bahwa kericuhan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Diduga, sekelompok pemuda yang dalam pengaruh minuman keras terlibat cekcok. Dalam kekacauan tersebut, seorang perempuan yang sedang hamil muda dikabarkan ikut menjadi korban injakan massa.

Baca Juga :  Ketika Ulama Pasuruan Sudah Berkata Haram, Sound Horeg Justru Makin Menggelegar di Kabupaten Pasuruan

“Sekitar jam 02.00 WIB terjadi cekcok. Bahkan ada perempuan yang sedang hamil muda ikut menjadi sasaran injakan saat keributan,” ujar salah seorang saksi.

Peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai risiko biasa. Pihak kepolisian dan pemerintah daerah diharapkan menjadikan insiden ini sebagai bahan evaluasi serius:
Pengetatan Izin. Jangan menerbitkan izin jika sistem pengamanan belum benar-benar siap.

Tanggung Jawab Keamanan. Pengamanan acara tidak boleh dibebankan kepada warga sipil, melainkan menjadi tugas penuh aparat negara.

Sudah saatnya semua pihak mengutamakan ketertiban dan keselamatan di atas hiburan. Jika syarat keamanan tidak mampu dipenuhi, maka tidak ada alasan untuk memberikan izin penyelenggaraan.(Red)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Karnaval Sound Horeg di Desa Pekoren Rembang Berdarah, Trinusa Kecam dan Pertanyakan Peran Keamanan

1 September 2026 - 12:45 WIB

Karnaval Sound Horeg di Pekoren Rembang Berujung Ricuh, Enam Kardus Minuman Beralkohol Tanpa Merek Ditemukan Dilokas

1 September 2026 - 10:27 WIB

KASIHAN NASIB ASN PASURUAN, JANGAN SAMPAI PRESTASI KALAH OLEH KEDEKATAN

1 September 2026 - 03:52 WIB

Kantor KPU Dipindah ke Kota, Ketua DPRD Minta Pemda Pasuruan Evaluasi Kebijakan Secara Terbuka

31 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Kapolres Pasuruan Mangkir RDP, Aliansi BEM Pasuruan Raya Kecewa Sikap Kepolisian Hindari Transparansi Tragedi Beji

31 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Tak Terima Dengan Putusan Banding, Ayik Suhaya Gebrak Pengadilan Tinggi Surabaya, KPK-KY Didesak Bongkar Dugaan Transaksional!”

31 Agustus 2026 - 06:43 WIB

Trending di Berita Utama