METROPAGI.ID, KOTA PASURUAN — Suasana di depan Kantor Pemerintah Kota Pasuruan, Jalan Pahlawan, memanas oleh gelombang kritik mahasiswa, Rabu (23/9/2026).
Massa BEM dan PMII Kota Pasuruan turun ke jalan menyuarakan ketidakpuasan terhadap sejumlah kebijakan Pemerintah Kota Pasuruan yang mereka nilai tidak berpihak kepada kepentingan rakyat.
Dengan membawa bendera organisasi dan poster-poster kritik, mahasiswa menyampaikan aspirasi secara terbuka di depan kantor pemerintahan.
Tuntutan mahasiswa bahkan mengarah langsung kepada pucuk pimpinan daerah. Mereka meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Pasuruan mundur apabila kebijakan yang dijalankan dinilai tidak pro rakyat.
Aksi tersebut bukan sekadar penyampaian aspirasi di jalan. Massa mahasiswa akhirnya ditemui langsung oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo bersama Wakil Wali Kota Pasuruan.
Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara langsung kepada pimpinan daerah.

Mahasiswa menilai pemerintah harus membuka ruang evaluasi terhadap kebijakan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Bagi mereka, ukuran keberhasilan pemerintah bukan hanya program yang dibuat, tetapi bagaimana kebijakan tersebut dirasakan masyarakat.
Kini bola berada di tangan Pemerintah Kota Pasuruan. Kritik sudah disampaikan, tuntutan sudah diteriakkan, bahkan pimpinan daerah sudah turun langsung menemui mahasiswa.
Pertanyaannya: apakah kritik BEM dan PMII akan dijawab dengan evaluasi kebijakan dan tindakan nyata, atau hanya berhenti sebagai pertemuan antara pemerintah dan demonstran?
(Yn)








