METROPAGI.ID, MALANG — Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang bergerak cepat mengantisipasi potensi genangan dan banjir tahunan yang kerap melanda kawasan Stadion Sidorejo. Fokus pengerjaan dipusatkan di jalur utama Pasar Pal, Desa Sidorejo, Kecamatan Pagelaran, melalui penguatan sistem drainase yang kini telah memasuki tahap akhir pembangunan.
Langkah preventif ini diambil bukan sekadar sebagai bagian dari proyek fisik peningkatan infrastruktur jalan, melainkan sebagai solusi nyata atas keluhan warga yang kerap menghadapi genangan air setiap kali musim penghujan tiba.
Kepala DPUBM Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menegaskan bahwa pembangunan saluran drainase ini dirancang untuk memperlancar sistem tata air, sekaligus menunjang kenyamanan serta keselamatan pengguna jalan.
“Kami berharap keberadaan saluran ini mampu memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan, serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan Pasar Pal,” ujar Khairul saat dikonfirmasi pada Jumat (6/11/2026).

Lebih lanjut, Khairul menjelaskan bahwa orientasi pembangunan infrastruktur di bawah kepemimpinannya selalu bertumpu pada kebutuhan riil masyarakat serta kesesuaian teknis di lapangan. Pihaknya berkomitmen untuk terus mendorong penanganan infrastruktur secara terarah agar memberikan dampak positif jangka panjang.
“Bagi kami, keberhasilan pembangunan tidak hanya dilihat dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari fungsi dan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Oleh sebab itu, kualitas pengerjaan dan keberlanjutan fungsi infrastruktur menjadi perhatian penting,” imbuhnya.
Selama ini, kawasan Pasar Pal yang berfungsi sebagai salah satu jalur utama mobilitas menuju Kota Malang dikenal rawan genangan air saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Kapasitas drainase yang sebelumnya kurang memadai membuat aliran air meluap dan menggenangi sebagian badan jalan.
Kondisi tersebut tidak hanya memperlambat arus lalu lintas kendaraan roda dua maupun roda empat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengendara serta mengganggu aktivitas ekonomi warga sekitar.
” Dengan rampungnya proyek saluran baru ini, aliran air diproyeksikan dapat terdistribusi dengan lebih optimal, sehingga potensi genangan saat puncak musim penghujan dapat diredam secara signifikan,”pungkasnya.
Langkah tanggap darurat dan preventif dari Pemkab Malang ini disambut antusias oleh masyarakat setempat. Antoni, salah seorang warga Desa Sidorejo, menyampaikan apresiasi mendalam kepada DPUBM atas perhatian yang diberikan terhadap persoalan infrastruktur di wilayah mereka.
Menurutnya, pembangunan drainase ini sangat dinantikan karena langsung menyentuh kebutuhan mendasar warga dalam beraktivitas sehari-hari.
“Kami berharap infrastruktur serupa dapat terus dilanjutkan dan menjangkau wilayah lain yang masih membutuhkan penanganan,” pungkas Antoni. (Fr)








