Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Mar 2026 13:36 WIB ·

Dugaan Pungli PTSL di Desa Sukorejo Malang Terendus, Warga Dicekik Biaya Rp 2 Juta Tanpa Kwitansi!


 Dugaan Pungli PTSL di Desa Sukorejo Malang Terendus, Warga Dicekik Biaya Rp 2 Juta Tanpa Kwitansi! Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG – Rabu 4 maret 2026. Aroma tak sedap menyeruak dari pelaksanaan Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Sukorejo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang. Program strategis nasional yang sejatinya bertujuan meringankan beban rakyat dalam mengurus sertifikat tanah, kini justru diduga menjadi ajang pungutan liar (pungli) oleh oknum pemerintah desa.

Berdasarkan investigasi dan laporan warga, para pemohon dipatok tarif fantastis mencapai Rp 2.000.000 per bidang tanah. Angka ini melonjak tajam dan menabrak aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri yang menetapkan biaya maksimal hanya sebesar Rp 150.000 untuk wilayah Jawa dan Bali.

Modus Operandi: Sistem Setor Lewat RT

Praktik ini disinyalir dilakukan secara terstruktur. Mirisnya, pengumpulan dana diduga dilakukan melalui ketua RT masing-masing tanpa adanya pembentukan Panitia PTSL (Pokmas) yang transparan di tingkat desa.

Salah satu sumber warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa biaya jutaan rupiah tersebut wajib disetor jika ingin masuk dalam kuota 450 pemohon.

Baca Juga :  Pembangunan Gereja di Bangil Menyisakan Masalah, Modal CV. Rekanan Tidak Dikembalikan

“Kami diminta bayar Rp 2 juta per bidang. Uangnya dikoordinir melalui Pak RT, katanya nanti diserahkan langsung ke Pak Kades,” ungkapnya dengan nada kecewa kepada awak media, Sabtu (28/2/2026).

Tanpa Kwitansi, Warga Merasa Tertekan

Kejanggalan semakin menguat lantaran pihak desa diduga sengaja tidak memberikan bukti pembayaran atau kwitansi resmi kepada warga. Hal ini membuat warga berinisial S merasa terancam dan tidak memiliki pegangan hukum atas uang yang telah dikeluarkan.

“Sudah biayanya mahal, kami tidak diberi kwitansi. Di tengah kondisi ekonomi sulit seperti sekarang, biaya Rp 2 juta itu sangat mencekik kami sebagai rakyat kecil,” keluh S.

Laskar Sakera Desak APH Turun Tangan

Menanggapi carut-marutnya implementasi PTSL di Desa Sukorejo, Ketua Laskar Sakera Malang Raya, H. Bunawi, angkat bicara. Ia mengecam keras adanya dugaan “perampokan” hak rakyat melalui program pemerintah tersebut.

Baca Juga :  Kabel Wifi Menjuntai dan Putus di Area Pelabuhan Lukai Leher Anak Saat Berangkat Sekolah

“Ini sudah tidak benar. Program PTSL itu solusi dari pusat, jangan malah dibajak oleh oknum desa untuk kepentingan pribadi. Uang Rp 2 juta itu rinciannya buat apa? Ini jelas melanggar SKB 3 Menteri!” tegas Bunawi saat dihubungi via telepon WhatsApp.

Pihaknya mendesak Aparat Penegak Hukum (APH), baik Kepolisian maupun Kejaksaan, untuk segera melakukan investigasi dan memeriksa oknum-oknum yang terlibat.

“Jangan sampai program strategis nasional ini jadi ajang bancakan. Kami minta APH segera turun tangan. Harus ada pemeriksaan tuntas agar terang benderang!” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sukorejo maupun Kepala Desa setempat belum memberikan keterangan resmi saat dikonfirmasi mengenai dugaan pungutan yang meresahkan warga tersebut.
(fr)

Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

79 Tersangka Diamankan Polda Jatim, Kasus Penyalahgunaan BBM dan LPG Bersubsidi

1 Mei 2026 - 11:30 WIB

Pemdes Purworejo, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun Mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026

30 April 2026 - 14:07 WIB

Pemdes Bantengan, Kec. Wungu, Kab. Madiun Ucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026

30 April 2026 - 14:04 WIB

Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi di SPBU 54.671.18 Karangketug Pasuruan Terekam Kamera

30 April 2026 - 06:42 WIB

SK Kepala Puskesmas Diserahkan, Publik Bertanya-Tanya: Di Mana Transparansi Seleksinya?

30 April 2026 - 05:57 WIB

PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA, WARGA DESA NGRANGET RASAKAN MANFAATNYA

29 April 2026 - 15:07 WIB

Trending di Berita Utama