Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 7 Apr 2025 10:51 WIB ·

Mantan Istri Kades Kutogirang Mojokerto Digerebek Warga di Desanya Sendiri


 Mantan Istri Kades Kutogirang Mojokerto Digerebek Warga di Desanya Sendiri Perbesar

METROPAGI.ID, MOJOKERTO– Sebuah insiden penggerebekan terjadi di kediaman SR, mantan istri Kepala Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada Sabtu, (5/4/2025) dini hari kemarin. Penggerebekan tersebut dilakukan oleh warga sekitar yang diduga merasa curiga dengan keberadaan DS sebagai calon suami SR.

Menurut keterangan, sebelumnya DS dan KK (kakak SR) warga Pare Kediri, pada pukul 10.00 WIB mendatangi rumah Kades Kutogirang yang tak lain adalah mantan suami SR untuk bersilaturahmi dalam momen Lebaran.

Kemudian pada pukul 17.00 WIB, mereka melanjutkan kunjungannya ke tetangga sekitar dan berkunjung lagi ke rumah kakak SR lainnya di Dusun Krapyak, Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro pada pukul 19.00 WIB. Sampai kemudian pada pukul 21.00 WIB mereka mendatangi rumah Mudin setempat guna menanyakan persyaratan pernikahan yang sebentar lagi digelar.

Setelah itu, lantas meneruskan perjalanan menuju ke Mojokerto Kota dan bertemu keluarga DS demi membahas pernikahan yang akan berlangsung. Bahkan usai perhelatan acara, mereka kemudian singgah ke Alun-alun Mojokerto untuk mencari makan malam pada pukul 23.00 WIB.

Baca Juga :  Menembak Kaki Sendiri, Ketika Target PAD Pasuruan Membunuh Iklim Investasi

Namun, ketika bungkusan nasi tersebut dibawa pulang dan dimakan bersama di rumah SR pada pukul 00.10 WIB, beberapa saat kemudian terjadi penggerebekan pada pukul 00.30 WIB oleh warga sekitar. “Padahal semua keluarga, warga, dan mantan suami SR ini mengerti bahwa hubungan kita bukan hubungan gelap dan akan ‘diacarakan’ secara resmi dengan itikad baik,” ungkap DS.

Dengan kejadian ini, mantan suami SR, Kades Kutogirang, akhirnya mendapatkan kritik dari pihak keluarga SR karena tidak datang saat ada kegaduhan di rumah SR.

“Kades seharusnya memberikan solusi kepada warga bahwa tuduhan melakukan mesum itu salah. Kenapa saat warga melakukan penggerebekan Kades tidak datang, padahal rumahnya berada di sebelah belakang rumah SR dan masih buka saat itu,” keluhnya.

Baca Juga :  Disebut "Hoaks" oleh Polresta Malang Kota, Keluarga Korban Dugaan Pemerasan dan Penyimpangan Prosedur di Polsek Klojen Buka Suara: "Jangan Bodohi Publik"

Pernyataan keluarga SR tersebut, justru menimbulkan respon pertanyaan DS yang lebih melebar, apakah Kades berdiam diri dan tidak peduli dengan warganya saat terjadi kesalahpahaman? “Dugaan kuat, ada oknum yang memprovokasi warga sehingga memperlakukan kami agar tersandung masalah. Padahal kami memiliki tujuan dan itikad baik untuk menikah,” sambung DS.

Menurut sejumlah informasi, penggerebekan yang dilakukan oleh warga sekitar ternyata tidak menemukan bukti bahwa SR dan DS melakukan tindakan mesum. Namun, kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan sekaligus kecurigaan di kalangan masyarakat. Apakah Kades memang tidak peduli dengan warganya? ataukah ada hal lain yang terjadi di balik kejadian ini?

Sebelumnya, awak media telah mencoba menghubungi Kepala Desa Kutogirang, Kecamatan Ngoro untuk meminta tanggapan. Namun, hingga berita ini diterbitkan DW (inisial Kades) belum juga merespon konfirmasi tersebut.

Pewarta : (LIMBAD)

Artikel ini telah dibaca 89 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Mutasi Sudah Selesai, Pertanyaan Belum Terjawab, Mengapa ASN yang Terdampak Tidak Mendapat Penjelasan Yang Layak?

16 Juni 2026 - 14:00 WIB

Sistem Merit Bukan Sekadar Pidato, Masyarakat Kab. Pasuruan Inginkan Tunjukkan Dokumennya

16 Juni 2026 - 04:46 WIB

Serah Terima Jabatan Camat Kejayan, H. Budi Mulyono Ajak Seluruh Desa Perkuat Sinergi Pembangunan

15 Juni 2026 - 05:32 WIB

Provinsi Umumkan Dulu ke Publik, Baru Melantik, Kab. Pasuruan Melantik Dulu Tanpa Pengumuman ke Publik, Mana Sistim Merit?

14 Juni 2026 - 15:25 WIB

Gus Sutarji Rayakan Ulang Tahun ke-45 Sang Istri di Cafe AY Purwosari

14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Miris, Seorang Janda Paruh Baya di Desa Watuagung Prigen, Dipaksa Jaga Pos Ronda atau Denda Rp10 Ribu

14 Juni 2026 - 07:59 WIB

Trending di Berita Utama