Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 26 Sep 2025 05:02 WIB ·

Laporan Skandal Dugaan Perzinaan Oknum Karyawan PT. CMWI Mulai Disidik Unit PPA Polres Pasuruan, Pelapor Penuhi Panggilan


 Laporan Skandal Dugaan Perzinaan Oknum Karyawan PT. CMWI Mulai Disidik Unit PPA Polres Pasuruan, Pelapor Penuhi Panggilan Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Kasus dugaan perzinan yang dialami seorang pria “ED” (40) korban sekaligus pelapor asal kota Pasuruan, kini mulai disidik pihak Polres Pasuruan melalui unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Senin (22/09/225).

laporan tersebut bukan tanpa sebab, setelah sang suami mengendus dan menggerebek langsung istrinya “SBD” (31) sedang tinggal serumah bersama dengan pria lain “MF” (36) yang juga sudah beristri di wilayah Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan. Penggerebekan itu terjadi pada Sabtu (06/09/2026).

Sontak saja “ED” yang masih istri sah suami “SB” hari itu juga langsung menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan perzinaan tersebut ke Polres Pasuruan denga nomor STTLPM/353/IX/2025/SPKT POLRES PASURUAN.

Baca Juga :  Kasus Dugaan Pengeroyokan di Poncokusumo Jadi Sorotan, Muncul Perbedaan Informasi Terkait Status Laporan Korban

Dua Minggu setelah laporan, dengan didampingi kuasa hukumnya Heri Siswanto, S.H, M.H, “ED” memenuhi panggilan pihak penyidik Polres Pasuruan, dihadapan penyidik “ED” menerangkan kejadian sebelum dan pada saat penggerebekan dugaan perselingkuhan di rumah “MF”.

“Saya di cecar beberapa pertanyaan oleh penyidik pada saat terjadinya penggerebekan, termasuk sebelum penggerebekan terjadi, ketika itu saya diberitahu teman kalau istri saya di jemput seorang laki-laki laki yang menggunakan mobil Panther melaju ke arah Bangil, dan ia bekerja di PT. CMWI,”terangnya ke metropagi.id. Jumat (26/09/2025).

Baca Juga :  Pasuruan Diduga Jadi Sarang 5 Gudang Rokok Ilegal, Sikap Diam Bea Cukai Jadi Sorotan

Saat awak media mengkonfirmasi ke HRD PT. CMWI, apakah benar “MF” adalah salah satu karyawannya, sayang HRD belum bisa menemui.

“Kalau mau menemui HRD harus janjian dulu via WhatsApp baru bisa, namun saat awak media meminta no Whatspp ke koordinator Scurity ia enggan memberikan, saya tidak berani mas, mohon maaf,”ujar koordinator Scurity saat ditemui awak media. (Red)

Artikel ini telah dibaca 1,481 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Disebut “Hoaks” oleh Polresta Malang Kota, Keluarga Korban Dugaan Pemerasan dan Penyimpangan Prosedur di Polsek Klojen Buka Suara: “Jangan Bodohi Publik”

13 Juni 2026 - 08:48 WIB

Diduga Tidak Ada Tindakan Dari Kepolisian, Warga Amankan Pick up Bermuatan BBM Bersubsidi di Tutur, Pasuruan

13 Juni 2026 - 08:37 WIB

Mutasi Pejabat Teknis Pasuruan, Tanda Tanya Besar

13 Juni 2026 - 04:28 WIB

Kokurikuler Jejak Sejarah, Literasi Budaya, dan Permainan Tradisional untuk Mewujudkan Profil Lulusan Unggul

12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Poncokusumo Jadi Sorotan, Muncul Perbedaan Informasi Terkait Status Laporan Korban

12 Juni 2026 - 11:37 WIB

Empat Depkolektor Di OTT Satreskrim Polres Kota Dugaan Pemerasan di Wilayah Panggungrejo

12 Juni 2026 - 09:32 WIB

Trending di Berita Utama