Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 4 Jan 2026 07:46 WIB ·

Wabup Pasuruan Shobih Asrori Minta RS Asih Abyakta Dievaluasi, Usai Pasien Telat Penanganan Hingga Menyebabkan Kematian 


 Wabup Pasuruan Shobih Asrori Minta RS Asih Abyakta Dievaluasi, Usai Pasien Telat Penanganan Hingga Menyebabkan Kematian  Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori angkat bicara terkait meninggalnya pasien yang diduga terlambat ditangani oleh pihak rumah sakit (RS) Asih Adyakta. Ia mengaku kecewa, dan minta pihak rumah sakit terletak di Jalan Raya Surabaya-Malang No KM 42 Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol dievaluasi.

“Harus dilakukan evaluasi total mulai dari manajemen rumah sakit sampai Standar Operasional Prosedur (SOP),” tegas Wakil Bupati Pasuruan ini.

Menurutnya, penanganan pasien harus diutamakan, apalagi kondisi si pasien kritis. “Jangan disuruh mengurus administrasi dulu baru ada tindakan medis,” tambahnya.

Gus Shobih sapaanya Shobih Asrori menyesalkan fasiltas kesehatan berupa mobil ambulan di RS Asih Abyakta yang tidak standby (siaga). “Mobil ambulan tujuannya memberikan pertolongan medis segera untuk membawa si pasien ke rumah sakit yang lebih besar mendapat perawatan medis lebih intensif,” ujar dia.

Baca Juga :  Walikota Batu dan Sakera Dukung Turnamen Sepak Bola Usia 10–12 Tahun Untuk Ajang Pencarian Bibit Atlet Berbakat

Mantan anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menyebut, kasus-kasus seperti ini telah menjadi atensi, supaya kasus serupa tidak terulang kembali. Kejadian yang menimpa almarhumah ZK (18) seorang pasien meninggal di RS Asih Abyakta sebagai pembelajaran kita bersama. Ia bisa mengetehui akar persoalan yang selama ini dialami warga terutama warga kurang mampu yang BPJS kesehatannya ditanggung pemerintah atau BPJS Kesehatan Peserta Bantuan Iuran (PBI).

Sebelumnya, Najib Setiawan, Sekertaris Komisi IV DPRD Kabupaten Pasuruan menyatakan akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Bahkan, politisi senior PKS tegaskan akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke RS Asih Adiyakta. Ia juga mengaku kerap mendapatkan aduan warga terkait lambatnya penanganan pasien oleh pihak rumah sakit.

Masih terngiang di kepala seorang mahasiswi Universitas Terbuka (UT) bersenisial ZK mengalami sakit lambung atau dikenal sebagai asam lambung naik (GERD) dan dirawat di RS Asih Abiyakta Kepulungan, Kecamatan Gempol. Sehari dirawat, kondisi pasien semakin memburuk. Keluarga pasien pun meminta surat rujukan ke RSUD Bangil agar anaknya (pasien) mendapat perawatan medis lebih instensif. Namun, pihak RS Asih Adiyakta enggan memberikan surat rujukan. Dengan dalih akan komunikasikan dulu ke pihak RSUD Bangil yang berujung si pasien meninggal dunia. Mirisnya, mobil ambulan yang seharus siaga di rumah sakit tidak ada di lokasi. Terpaksa jenazah diantar memakai mobil ambulan rumah sakit lain mengantarkan jenazah pasien ke rumahnya.

Baca Juga :  ​Diduga Intimidasi Wartawan, Oknum Kades Pemilik Losmen di Malang Terancam Dipolisikan

Sayang berkali-kali awak media mengkonfirmasi pihak rumah sakit sampai saat ini belum memberikan klarifikasi. (dik/red)

Artikel ini telah dibaca 108 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Walikota Batu dan Sakera Dukung Turnamen Sepak Bola Usia 10–12 Tahun Untuk Ajang Pencarian Bibit Atlet Berbakat

20 Juni 2026 - 00:50 WIB

Kades Bakalan: Proyek Jembatan DD 2024 Tidak Fiktif, Material Hanyut Terbawa Banjir

19 Juni 2026 - 15:16 WIB

Kasus Pemalsuan Akta Otentik, Kuasa Hukum Pelapor Desak Polisi Segera Tetap Tersangka, Takut Terlapor Melarikan Diri

19 Juni 2026 - 11:33 WIB

Nasabah BPR Wisman Perkasa Keluhkan Sulitnya Mendapatkan Rekapitulasi Cicilan Saat Ingin Melunasi Agunan

19 Juni 2026 - 06:19 WIB

DPRD Kabupaten Pasuruan Gelar Rapat Dengar Pendapat Pertanggungjawaban Raperda APBD Tahun 2025 Oleh Bupati 

19 Juni 2026 - 05:04 WIB

Ketika yang Paling Paham Dipindahkan: Siapa yang Menanggung Risiko Jika Kinerja OPD dan Pelayanan Publik Menurun?

18 Juni 2026 - 16:08 WIB

Trending di Berita Utama