METROPAGI.ID, MALANG — Masih dalam penyusunan, rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen saat ini masih dalam peninjauan ulang feasibility study (studi kelayakan) serta basic design. Proses kajian tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026 mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang, Khairul Isnaidi Kusuma, menjelaskan bahwa proses kajian tersebut berpotensi mengubah trase jalur. Pengurangan jumlah interchange (simpang susun) dan penyesuaian teknis ini dilakukan demi efisiensi anggaran.
“Karena sekarang itu kan lagi nyusun FS sama review FS juga basic design. Itu menentukan trase tol itu supaya lebih efisien dalam hal penganggaran,” ujarnya. Selasa 08/09/2026)
Ia menjelaskan, terdapat kemungkinan jalur tol diperpendek atau digeser untuk memangkas biaya, seperti mengurangi tikungan serta menghindari area yang memerlukan pembangunan jembatan.

Menurutnya, nilai investasi awal sebesar Rp10,04 triliun masih bersifat dinamis.
Angka tersebut bisa saja berubah menyesuaikan dengan kalkulasi efisiensi teknis dan penyesuaian harga material saat ini.
“Kalau dulu kan Rp10,04 [triliun]. Rp10,04 [triliun] itu bisa jadi turun, bisa jadi tetap. Kan lihat harga sekarang, [tahun] 2022 sama sekarang kan ada naik juga itu, harga material segala macam. Yang terpenting, exit-nya itu nanti bisa terkoneksi dengan [jalur] Gondanglegi-Balekambang,” imbuhnya.
Ia juga mengatakan, jika seluruh tahapan sudah rampung, proses pembebasan lahan diperkirakan dapat mulai dilakukan pada tahun 2027 mendatang.
“Intinya, langsung mungkin di 2027 bisa dilaksanakan untuk mulai pembebasan lahan,” pungkasnya. (Fr)








