Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 17 Sep 2026 04:59 WIB ·

Masyarakat Desak Kejaksaan Bangil Transparan Soal Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD


 Masyarakat Desak Kejaksaan Bangil Transparan Soal Kasus Dugaan Pengkondisian Proyek Senilai 35 M Yang Menyeret 18 Kepsek SD Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN – Pada Senin 15 Juni, Rabu 17, Kamis 18 Juni 2026 yang lalu dikabarkan, pihak Kejaksaan Negeri Bangil telah memanggil 18 kepala sekolah terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi penyalahgunaan wewenang dan jabatan pada pengaturan dan pengkodisian kegiatan belanja modal rehabilitasi (proyek) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Pasuruan TA. 2025 senilai Rp. 35.290.089.628.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan Tri Krisni Astuti, S.Sos, MM, beliaunya mengatakan memang ada sejumlah kepala sekolah SDN di panggil pihak kejaksaan. Pada 2 Juli 2026 yang lalu.

Kini, kasus dugaan pengkondisian proyek rehabilitasi yang melibatkan sejumlah kepala sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pasuruan kembali menjadi sorotan publik. Masyarakat mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Pasuruan di Bangil agar bersikap transparan dan segera memberikan kejelasan terkait perkembangan penanganan kasus yang menyeret 18 orang kepala sekolah tersebut.

Baca Juga :  SENGIT! PUTRA-JAZZ CUMA TERPAUT 0,004 DETIK DARI PUNCAK KELAS R1, GARDAN PATAH DI SS4

Proyek rehabilitasi yang diperbincangkan ini memiliki nilai yang sangat fantastis, yakni mencapai Rp 35 miliar. Besarnya anggaran tersebut memicu perhatian luas dari berbagai elemen masyarakat, mengingat sektor pendidikan seharusnya bersih dari praktik-praktik pengkondisian atau penyalahgunaan wewenang.

” Saat ini, kami sebagai masyarakat terus mempertanyakan sejauh mana proses hukum atau penyelidikan yang dilakukan oleh pihak kejaksaan terhadap 18 kepala sekolah SD yang sebelumnya sempat diperiksa,” ujar Krismawan Nor Dianto S.H. Kamis (17/08/2026)

Krismawan Nor Dianto S.H, juga menilai bahwa kejelasan status hukum dari ke-18 kepala sekolah tersebut sangat penting agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah publik.

Baca Juga :  GENTONG BERSINAR! FASHION NIGHT DAN JALAN SEHAT SATUKAN SEMANGAT WARGA

” Transparansi dari Kejaksaan Bangil dinilai sebagai bentuk akuntabilitas lembaganya dalam mengusut tuntas dugaan tindak pidana korupsi atau penyimpangan proyek.
Publik berharap penegakan hukum dapat berjalan secara profesional, objektif, dan tanpa pandang bulu demi menjaga integritas dunia pendidikan di Kabupaten Pasuruan,”tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat dan berbagai lembaga penggiat antikorupsi masih menanti rilis resmi atau keterangan lanjutan dari pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan mengenai perkembangan status penanganan perkara ini.

Sementara itu dikonfirmasi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Bangil Ferry Hary Ardianto, S.H. dalam keterangannya kasus tersebut masih pendalaman.

“Saat ini masih dalam pedalaman, karena banyak yang dipanggil.,” terangnya ke awak media.(Red)

Artikel ini telah dibaca 41 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PT. INDRA BUMI SENTOSA, DIDUGA LAKUKAN AKTIFITAS PENAMBANGAN ILLEGAL DI DESA SANGANOM, KECAMATAN NGULING, KAB. PASURUAN

17 September 2026 - 06:21 WIB

DUGAAN PENCURIAN BESI PLTS KALIPARE: KRONOLOGI BELUM TERANG, PUBLIK MENUNGGU TINDAKAN TEGAS

17 September 2026 - 06:16 WIB

Pajak Tambang Mencekik Pengusaha, Pak Bupati Harus Ingat, Banyak Pegawai Menggantungkan Nasib Didalamnya

16 September 2026 - 13:36 WIB

PEMBENTUKAN KTH BARU DI GAMPINGAN DIPERTANYAKAN, CDK DAN PEMDES DIMINTA JELASKAN DASARNYA

15 September 2026 - 12:39 WIB

PU Bina Marga Malang Targetkan Pembebasan Lahan Tol Malang-Kepanjen Selesai 2027

15 September 2026 - 11:52 WIB

Penataan dan Relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL): Antara Sorotan dan Usaha Pemerintah Kota Pasuruan

14 September 2026 - 15:48 WIB

Trending di Berita Utama