Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 27 Jul 2026 04:50 WIB ·

Gabungan Jurnalis dan NGO Berbagai Daerah Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota Malang, Protes Istilah “Londo Ireng”


 Gabungan Jurnalis dan NGO Berbagai Daerah Gelar Aksi Demonstrasi di Depan Balai Kota Malang, Protes Istilah “Londo Ireng” Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG — Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut wartawan, jurnalis, pengamat, dan LSM sebagai “Londo Ireng” saat pidato puncak Harlah ke-28 PKB pada 23 Juli 2026 di Jakarta menuai kecaman luas. Berbagai organisasi pers dan lembaga masyarakat sipil mendesak presiden meminta maaf secara terbuka.

Tak terkecuali, sejumlah wartawan dan Non-Governmental Organization (NGO) dari berbagai daerah seperti Malang-Pasuruan mengecam dan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung Balai Kota Malang. Dalam aksinya, mereka mendesak Prabowo Subianto untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permintaan
maaf secara terbuka, Senin (27/07/2026).

Baca Juga :  Misteri Rp20 Juta dalam Penanganan Perangkat Desa Pendem, BNN Kota Malang Bantah Uang Tebusan: Uang Itu untuk Apa?

Pernyataan Presiden Prabowo yang melabeli wartawan, pengamat, dan LSM sebagai “Londo Ireng” dinilai sebagai bentuk pelabelan negatif yang mendelegitimasi kontrol sosial serta berpotensi mencederai prinsip negara hukum dan kebebasan berekspresi.

“Ini merupakan bentuk pengancaman terhadap demokrasi dan konstitusi. Pernyataan tersebut dinilai bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3) UUD 1945 tentang Indonesia sebagai negara hukum, di mana kritik masyarakat dan fungsi kontrol pers dijamin oleh undang-undang, bukan dianggap sebagai bentuk pengkhianatan atau antek asing,” ujar Imam Rusdian salah satu NGO dari Pasuruan.

Baca Juga :  Dongkrak Perekonomian Masyarakat, Pemkab Malang Usulkan Rp 135 Miliar Untuk Perbaikan 3 Ruas Jalan Lintas Selatan

Ia menambahkan, penggunaan istilah Londo Ireng (pribumi yang membantu penjajah) kepada jurnalis/wartawan dan LSM sama halnya dengan bentuk intimidasi dari seorang penguasa yang dapat memperlemah ruang kebebasan berpendapat,”tukasnya.

Dari pantauan awak media, aksi demonstrasi tersebut berjalan damai, kemudian masa membubarkan diri secara bertahap. (Red)

Artikel ini telah dibaca 69 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Giat Pelatihan Potong Rambut Pria dan Wanita di Kelurahan Karanganyar, Lurah Rafli: Bekal Keterampilan untuk Tingkatkan Ekonomi Warga

28 Juli 2026 - 05:36 WIB

Aroma Dugaan Pungli Karnaval Sumberpetung Makin Menyengat: Isu “Jual Beli” Parkir Rp70 Juta hingga Oknum Aparat Disorot!

27 Juli 2026 - 19:37 WIB

Camat Kraton di Kisik, Sekda di Alastlogo: Di Mana Bupati Saat Krisis Sosial?

27 Juli 2026 - 12:06 WIB

MAN 1 Ponorogo Raih Peringkat 3 Kontingen Terbaik Pratama Kejuaraan PMR WIRA Jatim 2026

27 Juli 2026 - 06:48 WIB

Poros Tengah Gelar Festival Kesenian dan Tradisi Rakyat, Uri Uri Budoyo untuk Membangun Generasi Emas Tanpa Narkoba

27 Juli 2026 - 03:59 WIB

Diduga Dihadang 12 Debt Collector, Korban Mengaku Diintimidasi dan Diminta Rp15 Juta, Laporan Masuk Polresta Malang Kota

26 Juli 2026 - 19:21 WIB

Trending di Berita Utama