Menu

Mode Gelap

Berita Utama · 5 Jan 2025 12:43 WIB ·

Kisah Miris Dua Janda Desa Sumberagung Malang, Penerima Dana BPJS Kematian, Malah Ada Oknum Minta Bagian


 Kisah Miris Dua Janda Desa Sumberagung Malang, Penerima Dana BPJS Kematian, Malah Ada Oknum Minta Bagian Perbesar

METROPAGI.ID, MALANG- Kisah miris menyayat hati, dua orang janda asal desa Sumberagung, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, ketika ia ditinggal almarhum suaminya dan pergi untuk selama-lamanya, ia harus bekerja keras sendiri untuk menghidupi dan mencukupi biaya makan, sekolah untuk anak-anaknya.

Ketika kabar baik datang dari salah satu kerabatnya suaminya, mengasih kabar bahwa nama almarhum suaminya masuk dalam daftar penerima dan BPJS kematian sebesar 42.000.000, sontak dihatinya merasa senang, beban berat untuk menghidupi anak-anaknya selama ini mulai terasa ringan di beban pikiran.

Singkat cerita, setelah menyiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan, mereka diantar Kepala Desa, ibu Kepala Desa dan tenaga kesehatan Desa Sumberagung untuk mengadiri kegiatan Fokus Group Fiscussion (FGD) Peningkatan Perancanaan dalam Optimalisasi Universal Caverage Jamsostek (UCJ) dan Lounching program jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi buruh tani tembakau melalui DBHCHT Kabupaten Malang yang diadakan di Hotel RAZY UMM, pada 2 Desember 2024 yang lalu.

Setelah selesai acara, mereka berdua memakai mobil ke Bank BRI cabang Batu untuk mengambil uang sebesar 42.000.000, namum setelah uang sudah ditangan, saat perjalanan pulang, mereka dimintai uang sebesar 20% atau sebesar 10.000.000 oleh istri kepala Desa “ES” inisial melalui tenaga kesehatan Desa Sumberagung bernama “DA”, inisial.

Baca Juga :  Polemik Pelayanan Disdukcapil Memanas, Setelah Dibentak Oknum Pegawai, Warga Tempuh Jalur Audiensi ke Wali Kota Pasuruan

Menurut pengakuan penerima BPJS kematian “Arik Wibawati” dan “Winda” disaat itu mereka tidak langsung mengiyakan atau memberikan karena baginya uang sebesar 10.000.000 yang diminta sangatlah berarti buat menghidupi dan membiayai sekolah serta untuk masa depan anak-anak nya, namun selang beberapa hari ia ditelepon terus menerus oleh tenaga kesehatan Desa “DA” agar uang yang didapat dari BPJS almarhum suaminya sebagian hegera di serahkan.

Waktu berlalu mereka berdua akhirnya dengan sangat tidak ikhlas menyerahkan uang tersebut melalui mentransfer rexening istri pak kades, sementara “Winda”mengaku kalau uang yang mereka pinta ia serahkan secara tunai.

Mendengar hal ini Komnas Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan (LPA) Ngantang “Titin” merasa prihatin dan ia memilih ikhlas mendampingi korban untuk meminta keadilan dan melaporkan kasus ini ke Kejari Kabupaten Malang-Kepanjen, Sementara saat ini pihak Kejari masih melakukan pendalaman atau pulbaket dalam kasus ini.

Baca Juga :  Perpindahan Kantor KPU Kabupaten Pasuruan ke Wilayah Kota Memicu Pertanyaan dan Polemik di Masyarakat

Bahkan menurut informasi rumah ketua LPA tersebut pernah didatangi seseorang yang mengaku dari Bareskrim serta Kades dan ibu Kades Sumberagung agar kasus ini tidak dibesar-besarkan karena mereka menganggap nilai uangnya kecil bukan milyaran rupiah.

Dalam kasus ini masyarakat meminta Kejari Kabupaten Malang untuk bisa mengungkap tabir kebenaran, mereka menganggap tidak etis dan tidak wajar jika ada oknum-oknum yang memanfaatkan janda demi meraup keuntungan pribadi, karena beban hidup janda sangatlah berat dengan susah payah menghidupi, menyekolahkan anak sendiri tanpa suami sebagai tulang punggung keluarga.

Sayang beberapa kali berita mengenai hal ini ditayangkan belum ada klarifikasi resmi dari Kades Sumberagung, meski beberapa kali awak media meminta keterangan dari beliaunya. (Red)

Artikel ini telah dibaca 169 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kabel Provider Menumpang Tiang PJU Milik Pemerintah, Plt Kadishub Hermanto Tegaskan Batas Waktu 1–2 Minggu

7 September 2026 - 11:35 WIB

Kabid Perkim Pasuruan Dinilai Menghambat Digitalisasi, Kinerja dan Keterbukaan Publik Dipertanyakan

7 September 2026 - 08:29 WIB

Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Desak Kemdagri, Sound Horeg Dilarang Secara Nasional

6 September 2026 - 12:22 WIB

Carnival Desa Oro-oro Ombo Wetan 2026 Membawa Berkah Bagi Pelaku UMKM di Sekitar Lokasi

6 September 2026 - 09:28 WIB

Karanganyar Berkilau di Malam Kemerdekaan! Karnaval Night HUT Ke-81 RI Dibanjiri Antusiasme Warga

6 September 2026 - 06:11 WIB

Dianggap Diskotik Berjalan dan Marak Miras, Ulama & Kiai Pasuruan Ramai-ramai Tolak Sound Horeq

5 September 2026 - 07:42 WIB

Trending di Berita Utama