Menu

Mode Gelap

Kriminal · 13 Jan 2024 14:10 WIB ·

Bukan Oknum ASN Tetapi Diduga Kuat Bisa Menyalahgunakan Dana APBN


 Foto banner KD. (Tim/Istimewa) Perbesar

Foto banner KD. (Tim/Istimewa)

MALANG | METROPAGI.ID – Diduga penyebaran isu di lapangan terkait penyalahgunaan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) terjadi di sosialisasi cegah tangkal BPOM RI yang di selenggarakan di wilayah Malang raya.

Praktek pemotongan dana transpot oleh para oknum masih terjadi, baik yang mengatas namakan instansi maupun panitia dengan berbagai macam alasan.

Salah satu tokoh masyarakat yang enggan dipublis namanya menyebutkan, modus pemotongan uang transportasi di setiap kegiatan sosialisasi sudah kerap terjadi dan itu dilakukan oleh para oknum yang terlibat dalam kepanitiaan lokal yang bertugas di kegiatan tersebut.

“Uang pemotongan transport tersebut dikumpulkan ke seseorang yang bertugas sebagai panitia (Kordes) untuk kemudian di setorkan ke atasan mereka (korcam),” jelasnya.

Sehingga sangat perlu untuk merubah mekanisme penyalurannya agar tidak terjadi secara terus menerus dan warga bisa menerima Hak Mereka dengan layaknya yang sudah dianggarkan Selama ini.

Baca Juga :  Dugaan Penyalahgunaan BBM Makin Marak di Wilayah Kabupaten Pasuruan, Dimana Peran APH?

Jika proses penerima transport dikumpulkan melalui atau di kolektifkan oleh Panlok ditingkat bawah, maka potensi pemotongannya sangat rawan. Selain itu, modus pemotongan Transportasi terkait sosialisasi oleh BPOM yang dilakukan oleh para oknum Panlok yang mengaku dapat memasukkan data penerima transport dengan tidak secara mekanisme dan tentunya tidak akan valid.

Dengan dugaan sementara para oknum memperjual belikan undangan dengan dalil jika tidak diberi imbalan/potongan, oknum tersebut mengancam tidak akan mendapatkan surat undangan sosialisasi tersebut, dan tidak akan bisa bertemu dengan artis Idola mereka.

Praktek seperti ini banyak terjadi dalam penyelenggaraan kegiatan sosialisasi cegah tangkal BPOM RI maupun BPOM Surabaya.

“Praktek penyelewengan pemotongan transport ini terjadi di beberapa titik yang berada di wilayah Malang raya, modusnya, adalah dengan alasan untuk transpot para panitia dan penyelenggara,” ungkapnya.

Baca Juga :  33 Petani Pagak Menjerit, Tanaman Diduga Digusur Ekskavator: “Pemerintah Ada untuk Siapa?”

Tindakan untuk memotong transpot atas dasar pemerataan juga tidak boleh dilakukan baik oknum panitia maupun pihak penyelenggara.

“Letak persoalannya adalah pada akurasi data penerima transport, jika memang transport itu diberikan kepada pihak yang membutuhkan, tentu tak perlu dipotong untuk kepentingan yang lain,” tambanya.

Perlu ada sosialisasi kepada warga masyarakat yang mengikuti sosialisasi tersebut, bahwa, uang tersebut merupakan hak mereka. Tidak ada potong memotong oleh pihak-pihak yang mengatasnamakan Panlok untuk kepentingan apa pun.

Apakah ada keterlibatan oknum mafia sosialisasi yang tidak diketahui oleh BPOM. Hingga berita ini ditayangkan, kami masih akan mengkonfirmasi pihak-pihak terkait guna sebagai perimbangan sebuah pemberitaan (Bersambung/Tim)

Artikel ini telah dibaca 28 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Diduga Dihadang 12 Debt Collector, Korban Mengaku Diintimidasi dan Diminta Rp15 Juta, Laporan Masuk Polresta Malang Kota

26 Juli 2026 - 19:21 WIB

Dugaan Penyalahgunaan BBM Makin Marak di Wilayah Kabupaten Pasuruan, Dimana Peran APH?

21 Juli 2026 - 01:51 WIB

Banser Datangi Kejati Jatim, Protes Kejanggalan Penanganan Yang Ditangani Kajari Bangil, Kasus Penjualan Perusahaan di PIER

16 Juli 2026 - 07:20 WIB

Pasar Jarwo Ditutup, Aset Boleh Ditata, Jangan Rakyat yang Dikorbankan

1 Juli 2026 - 07:31 WIB

Kasus Dugaan Pengeroyokan di Poncokusumo Jadi Sorotan, Muncul Perbedaan Informasi Terkait Status Laporan Korban

12 Juni 2026 - 11:37 WIB

Masyarakat Menunggu Tindakan Nyata Polres Pasuruan Menindak Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di Nongkojajar dan Tutur

6 Juni 2026 - 05:54 WIB

Trending di Berita Utama