Menu

Mode Gelap

Hallo Polisi · 29 Jan 2024 00:09 WIB ·

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan Tolak Kampanye Hitam Pemilu 2024


 Ketua MUI Kabupaten Pasuruan Tolak Kampanye Hitam Pemilu 2024 Perbesar

METROPAGI.ID, PASURUAN- Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengecam Kampanye Hitam (Black Campaign) yang banyak menyerang Capres dan Cawapres, serta mulai banyak maraknya Politik Uang (Money Politic) dalam Pemilu 2024 saat ini.

Melihat hal tersebut , Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH. Nurul Huda meminta agar praktik-praktik kotor itu dihentikan karena menodai sistem Demokrasi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Sudah sangat jelas dalam Islam bahwa perbuatan Fitnah merupakan perbuatan yang sangat tercela dan dibenci oleh Allah SWT, oleh karena itu saya pribadi sangat menentang adanya Kampanye Hitam yang pelakunya cenderung melakukan fitnah dan menciptakan narasi Hoaxz di dalam kegiatan kampanye,” tegasnya.

Baca Juga :  Dugaan Pemerasan Rp58 Juta dan Kriminalisasi Mengemuka, Keluarga Tahanan Seret Nama Oknum Polsek Kedungkandang

“Kami meminta kegiatan tersebut dihentikan, karena itu mengurangi kualitas Demokrasi dan menimbulkan kegaduhan serta konflik di tengah Masyarakat, sehingga dapat memecah belah umat bahkan bisa merusak tatanan toleransi sesama umat beragama,” lanjut KH. Nurul Huda, Minggu (28/01/2024).

Dia juga memberi himbauan kepada Publik agar memilih Capres menggunakan Rasionalitas dan tidak mudah terpengaruh Propaganda. Demikian halnya dalam menghadapi Politik Uang. Dengan tegas dia meminta agar seluruh Rakyat Indonesia menolak Praktik Politik uang, karena hukumnya sama dengan perbuatan suap yang diharamkan oleh agama.

Baca Juga :  Eksklusivitas Lantai 3: Ketika Tim Ad Hoc Lebih "Steril" dari OPD Resmi

“Tak hanya haram, Kampanye Hitam dan Politik Uang masuk dalam kategori perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT, gunakan Hati nurani dalam memilih Calon Pemimpin Bangsa kita, jangan memilih karena mendapat uang suap maupun terpengaruh fitnah dari adanya Kampanye Hitam, tersebut,” tuturnya.(ERS)

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

LPK BARATA Patut Dipertanyakan Adanya Ditengah Konferensi Pers di RSUD dr. R Soedarsono

9 Juni 2026 - 12:28 WIB

Slogan “Semua Tertolong” Jadi Ironi, Pasien BPJS di RSUD dr. R. Soedarsono Meninggal Diduga Akibat Pelayanan Buruk

9 Juni 2026 - 05:01 WIB

RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Kembali Disorot, Transparansi Informasi Medis Berujung Fatal

8 Juni 2026 - 09:32 WIB

Pengerjaan Drainase Jalan Sumedang Dikebut, Warga Harap Kemacetan dan Banjir Segera Teratasi

7 Juni 2026 - 13:21 WIB

Dugaan Pemerasan Rp58 Juta dan Kriminalisasi Mengemuka, Keluarga Tahanan Seret Nama Oknum Polsek Kedungkandang

7 Juni 2026 - 13:13 WIB

Sulitnya Cari Keadilan Bagi Orang Miskin, Kasus Pemalsuan Surat Yang Ditangani Polres Pasuruan Hampir 1 Tahun Belum Ada Kepastian Hukum

6 Juni 2026 - 12:11 WIB

Trending di Berita Utama